33

Bagaimana Saya Menurunkan Berat Badan 18 kg Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak? (Part 1)

 

sukarto-before-after-wide

Sejak berat badan saya turun lumayan banyak dan berhasil mempertahankannya terus, banyak teman, peserta training dan keluarga yang bertanya, bagaimana caranya, ikut program diet apa?

Nah karena bolak balik ditanya hal yang sama dan tidak ada jawaban singkat yang bisa diberikan, saya putuskan untuk menulis pengalaman saya tentang: bagaimana saya bisa menurunkan berat badan hingga 18 kg dari awal mulai, tanpa sengsara, tanpa obat dan tetap makan enak serta bertahan hingga sekarang. 

Anda mau cara diet seperti itu? 🙂 Mau lah ya…

Saya berharap pengalaman pribadi saya ini bisa menginspirasi dan membantu Anda yang over weight untuk bisa menurunkan berat badan dengan cara yang lebih masuk akal dan menyenangkan. Lebih langsing, lebih sehat tapi tetap bisa enjoy food 🙂 Siapa yang gak mau he..he..

Saya menuliskan pengalaman saya ini dalam 3 seri artikel karena memang cukup panjang cerita pengalamannya. Tetapi sebelum mulai, tolong baca apa yang tertulis di box berwarna berikut ini.

DISCLAIMER

Saya bukan dokter gizi atau ahli kesehatan. Saya mempelajari metode menurunkan berat badan yang saya lakukan dari beberapa sumber buku yang ditulis oleh orang-orang yang sangat kredibel (nanti saya berikan beberapa sumber referensinya).

Saya praktekkan dan memberikan hasil buat saya. Jadi silakan pelajari dan bila cocok dan masuk akal bagi Anda, silakan dipraktekkan. Anda sepenuhnya bertanggung-jawab atas diri Anda sendiri.

Saya tidak bertanggung-jawab atas gangguan atau permasalahan kesehatan yang Anda alami saat melakukan apa yang saya jelaskan di artikel-artikel ini.

Asal Mula Kelebihan Berat Badan

Sejak kecil (SD) hingga berkeluarga dan punya anak, kelebihan berat badan adalah salah satu problem klasik yang saya miliki. Sampai-sampai saya percaya bahwa saya ini memang bawaan gemuk, jadi percuma untuk berupaya jadi lebih kurus/langsing.

Banyak problem kesehatan, perasaan minder, malu, tidak percaya diri dan masih banyak lagi yang disebabkan oleh problem over-weight yang saya alami ini, terutama saat masa kecil hingga remaja.

Sejak kecil saya sering di-bully teman-teman (bahkan oleh guru olahraga saya) karena gendut dan tidak bisa lari.Saya sering jadi target yang dikejar saat olahraga pasti, karena pasti kena, lah badannya lebar he..he..

Saya sering diejek, dijadikan bahan tertawaan, sampai ada nyanyian ejekan khusus untuk saya dan perlakuan negatif lain sebagainya.

Sebab utama saya over weight atau kelebihan berat badan adalah karena saya suka makan enak. Makan adalah sesuatu yang menyenangkan buat saya, seperti semacam hobi atau hiburan he..he..

Kayaknya gak ada orang gemuk yang tidak suka makan enak 🙂

Saya ada beberapa teman dan rekan kerja yang gak suka makan atau tidak menikmati makan dan bahkan merasa makan itu terpaksa dilakukan. Terus terang saya gak bisa mengerti alasan kenapa  merasa makan itu sesuatu yang ‘terpaksa’ dilakukan. Susah bagi saya untuk membayangkannya 🙂

Hobi makan ini sudah terjadi sejak saya masih SD, makan bisa 4x sehari. Makanan favorit saat itu adalah makan nasi goreng (sebetulnya tetap makanan favorit hingga sekarang). Kalau bisa tiap hari, ya makan itu tiap hari 🙂 Nyam..Nyam..

nasi goreng

Orangtua saya susah mencegah hal ini karena rengekan saya sehingga akhirnya sampai dibuat perjanjian bahwa hanya tiap Rabu dan Sabtu malam saja boleh beli dan makan nasi goreng he..he..

Kebiasaan makan dalam porsi yang cukup banyak ini berlangsung hingga dewasa. Saya sering kuliner bersama teman atau keluarga dan kalau makan jadi sering berlebihan.

Ya kebiasaan seperti ini tentu saja memberikan konsekuensi. Makanya sejak kecil hingga dewasa bahkan berkeluarga, saya selalu over-weight. Cuma ada 2 masa dimana saya pernah ‘agak langsing’ tapi tetap  over weight ya 🙂

Yang pertama adalah saat baru pindah ke Surabaya untuk sekolah SMA. Kalau tidak salah dalam 1 tahun pertama, saya turun 10 kg, waktu itu saya gak sadar apa penyebabnya karena memang gak ada niat sebenarnya untuk turun berat badan. Keluarga waktu itu sampai bingung, apakah saya kena penyakit tertentu atau tidak, sampai suruh cek ke dokter.

Ternyata penyebabnya sederhana saja. Saat masuk SMA itu saya tinggal di rumah paman saya yang berada di dalam sebuah perumahan yang tidak ada penjual makanan keliling.

Sebagai orang yang baru di Surabaya, sehingga tidak tahu jalan dan waktu itu juga sepeda motor sharing antara saya dan kakak perempuan saya. Otomatis akses saya untuk beli makanan jadi terbatas sehingga tanpa disadari porsi makan saya jadi drastis menurun, ya berat badan jadi turun he..he.. sering kelaparan soalnya.

Tapi hal ini tidak berlangsung lama, setelah saya mengenal cukup baik Surabaya dan punya sepeda motor sendiri sehingga bisa berburu makanan kembali, ya kembali deh naik berat badannya he..he..

Nah masa kedua yang saya ingat berat badan saya ‘agak’ normal adalah saat masa-masa akan menikah. Ya mungkin penyebabnya karena mungkin ingin foto nikahnya tampak bagus, tidak jadi seperti angka 10 (bentuk istri saya 1 dan saya 0) ha..ha..

Ya tapi tentu saja hal ini tidak bertahan lama karena motivasinya sudah tercapai, sehingga setelah menikah, dengan kondisi istri pintar masak dan juga suka makan enak, wah langsung deh grafik berat badan langsung naik tajam seperti bursa saham yang lagi bullish/naik.

Apalagi setelah punya anak, wah sampai gak berani nimbang berat badan, takut menghadapi kenyataan he..he..

Seingat saya dan istri saya juga bilang seperti itu, saat menikah, berat badan saya sekitar 72-73 kg (tinggi saya 178 cm) ya jadi lumayan ok.

Titik tertinggi berat badan saya yang saya ketahui setelah beberapa tahun menikah dan punya anak adalah 95 kg, jadi naiknya sekitar 23 kg!! Edan!! Oh My God (OMG)….

omg-body-weight

Celana banyak gak muat, baju juga kesempitan, dulu bisa pakai dasi dengan enak, sekarang gak bisa karena tercekik. Kadang beli baju/celana yang tampak bagus, eh size terbesarnya gak muat. Capek deh…. 🙁

Semua teman, keluarga, siapapun yang pernah saya kenal kalau ketemu selalu bilang “Wah tambah gemuk ya Sukarto!

Orang gendut mana yang tidak sebel dibilangin begitu??? Pikir saya, kalau sudah jelas terlihat ya ngapain diingatin lagi…. huh 🙁

Apakah semua hal ini tidak membuat saya jadi termotivasi untuk menurunkan berat badan?

Tentu saja saya punya semangat tinggi untuk menurunkan berat badan saya. Dalam hati saya bilang “Akan saya tunjukkan!!

Perjuangan Menurunkan Berat Badan Dimulai

Setiap orang sepertinya punya opini tentang bagaimana cara menurunkan berat badan. Saking banyaknya opini, jadi malah  bingung. Saya mulai mencoba melakukan yang paling sering saya dengar (kecuali minum obat pelangsing, saya anti banget dengan pendekatan itu) yaitu:

  • Mengurangi porsi nasi (sengsara juga awalnya karena saya biasa makan nasi banyak, karena kalau gak gitu, merasa gak kenyang).
  • Coba gak makan malam, tapi karena merasa kelaparan dan sengsara, gak bertahan.
  • Membatasi makan daging (kolestrol tinggi), jadi lebih sering nasi, sayur dan lauk-pauk bukan daging. Padahal saya sebenarnya suka makan daging. Hampir setiap hari jadinya makan nasi pecel, tempe, gado-gado, nasi sop dan sejenisnya.
  • Olahraga lari, tapi karena gak biasa olahraga sejak kecil, kaki sakit dan napas sesak, ya akhirnya hanya dilakukan beberapa kali saja.
  • Minum juice atau makan buah saja di pagi hari. Wah tapi jam 10 sudah kelaparan hebat sampai gemetar, jadinya gak tahan juga.
  • Membatasi kalori yang dikonsumsi, jadi menghitung jumlah kalori yang saya makan, tapi karena cukup sulit menghitung kalori ini akhirnya juga malas saya lakukan setelah beberapa saat.
  • Dan masih banyak upaya lainnya.

Setelah melakukan semua itu, paling hebat saya turun sekitar 3 kg, tetapi sebentar saja, malah habis gitu naik lagi, lebih tinggi lagi, benar-benar bikin frustasi!

Pada intinya, saya sangat ingin menurunkan berat badan, saya tahu saya harus menurunkan berat badan, ini penting bagi kesehatan (hasil check-up saya jelek) dan saya sudah berupaya, tapi kok susah banget ya….

Saya juga sempat membaca buku-buku tentang diet tapi setelah membaca beberapa cara diet, kok saya merasa ruwet sekali ya dan terutama jadi sengsara banget, makan serba dibatasi.

Dan terus terang saya gak suka cara diet yang sengsara. Sayangnya sepertinya banyak program menurunkan berat badan yang caranya memang sengsara, harus menahan rasa lapar, olahraga keras dan lain sebagainya.

Kalau mau langsing, sepertinya boro-boro makan enak, makan yang kita sukai saja sudah tidak boleh. Pokoknya kita harus lupakan semua makanan kalau dah mau diet.

menu-diet-beras-merahSaya tahu banyak orang berhasil berdiet dengan hanya makan nasi coklat eh beras merah maksudnya, dikasi potongan ayam rebus putih dan sayur-sayur yang juga direbus tanpa rasa.

Aduh sengsara banget rasanya…. Saya gak bisa membayangkan makan makanan seperti itu 🙁

Trus abis gitu malam juga gak makan? Wah gimana gak kelaparan tuh…

Ya pokoknya saya sudah hampir menyerah soal keinginan menurunkan berat badan. Saya pikir whatever lah…

Kalau ada cara menurunkan berat badan dengan tetap makan enak, tanpa sengsara menahan rasa lapar dan olahraga santai, saya mau itu he..he..

Siapa yang gak mau ya kalau begitu? Tapi masak ada?? Pertanyaannya kan begitu.

Secercah Harapan Muncul

Eh ternyata gak disangka-sangka, tidak sengaja, di salah satu buku yang saya baca, saya membaca sesuatu yang tidak saya ketahui sebelumnya. Sebuah cara yang memberikan harapan untuk bisa menurunkan berat badan dengan tetap makan enak dan tanpa sengsara (ini bukan OCD ya…).

Sepertinya gak masuk akal banget. Tapi semakin dibaca, semakin masuk akal. Lalu saya membaca lagi sumber buku lain yang disebutkan, saya baca juga dan setelah beberapa buku saya baca, saya jadi yakin dengan metode ini.

Saya jadi ingin mencoba dan membuktikannya dan ternyata memang akhirnya saya berhasil membuktikannya, memang ada cara untuk menurunkan berat badan yang sehat, tanpa sengsara, tanpa obat dan tetap makan enak.

Dalam 192 hari (sekitar 6,5 bulan) pertama saya memulai metode ini, saya berhasil turun 11.8 Kg. Jadi gradual atau perlahan jadi lebih stabil.

Titik terendah saya berhasil menurunkan hingga 19 kg dari titik paling tinggi berat badan saya (95 kg). Tapi sekarang stabil (bertahan lebih dari 1,5 tahun hingga sekarang) di 77 kg – 78 kg atau turun 17-18 kg dari titik paling tinggi berat badan saya. YES!!

Tidak spektakuler tentu saja jumlah penurunan berat badan yang saya capai, dibanding orang lain yang bisa 25-30 kg bahkan lebih. Tapi bagi saya sudah senang banget karena saya berhasil  dengan cara yang saya mau yaitu tetap makan enak, tanpa obat, tanpa sengsara menahan rasa lapar dan olahraga santai he..he.  🙂

Ini pencapaian LUAR BIASA bagi saya yang sudah bertahun-tahun mencoba turun berat badan tapi gak pernah berhasil.

Bagaimana caranya? Itulah yang saya share di seri ke 2 dari artikel ini yaitu “Turun 12 kg dalam 192 Hari dengan LCD“.

Oh ya, boleh dong ceritakan di komentar di bawah ini, apakah Anda juga pernah mencoba menurunkan berat badan? Apa saja yang pernah Anda lakukan selama ini? Berhasil atau tidak? Thanks sebelumnya 🙂

Salam Sukses dan Bahagia,

Sukarto Sudjono

Saat artikel ini Anda rasa bermanfaat, silakan share melalui tombol Social Media yang disediakan agar lebih banyak orang mendapat manfaatnya. 

Anda juga bisa meninggalkan komentar atau pertanyaan di bawah ini. Saya berusaha membaca komentar dan menjawab setiap pertanyaan yang masuk.

Sukarto Sudjono
 

I'm an Online Business Coach, Trainer and Blogger. I help people start and build an online business that match their passion and talent. By doing that, I fulfill my life's purpose: To Inspire and Guide People to Living a Successful, Meaningful and Happy Life. I write, share and publish my works thru these websites : BelajarBisnisInternet.com and Sukarto.com.

  • yosef

    Halo Sukarto… ,
    saya mau share nih….saat ini saya sungguh2x overweight (berat mencapai 105Kg) belum pernah mencapai seberat itu,padahal waktu dulu belum menikah,juga pernah sampai 95kg,tapi dapat turun sampai 83 kg dengan cara yang ‘cukup sengsara’,yaitu pagi,siang makan seperti biasa,tapi malam mulai jam 7-9 olahraga yang bersifat aerobik di salah satu klub kebugaran ,makan malamnya kebanyakan sayur dan buah aja….,nah waktu sudah menikah tidak pernah olahraga lagi,langsung naik mencapai 100kg….. 🙁 ,( jadi percuma dong dulu ‘sengsara-sengsara’)….
    jadi saya tidak sabar menunggu artikel berikutnya ….. berat badan turun dan tetep makan enak :)….
    terima kasih Sukarto…

    • Wah cocok berarti topik artikel ini ???? Memang sekarang Yosef tampak jauh lebih gemuk dibanding dulu. Gpp tunggu lanjutannya ya… Thx for your sharing.

  • Wah ini gaya tulis marketer nih. Di akhir artikel tinggalin cliffhanger biar semua jd penasaran gmana caranya. Great job pak!

    • Hahahaha thank you thank you Welly, komentarnya datang dari Master, jadi boleh agak bangga sedikit hehehe ????

  • Ditunggu lanjutan artikelnya pak..

    • Wah Brillie juga mau langsingan nih? 🙂 Ok ditunggu ya…

  • Riki Yohanes

    Hello pak,

    Saya punya pengalaman turun 7 kg hanya dalam waktu 4 minggu saja, hehe.. karena waktu itu saya sedang menjalani masa co ass (jadi asisten dokter keliling rs selama 2 thn, setelah lulus kuliah kedokteran 4 thn)

    Waktu itu saya dapat tugas di RS cibinong, dan selama 4 minggu itu kerja pagi siang malam pagi dikuras abis – abisan tenaga pikiran saya dan dosennya juga killer abiesss sampai saya mau makan juga jadi gak nafsu banget. Tengah malam (tiap 2 hari sekali) harus bangun 3x untuk cek tensi nadi tanda2 vital pasien dan esoknya seharian dibasmi sama dosen killer dimaki2 abis, hahaha…

    Balik ke kost cuma bisa lemes doank dan harus kerjain tugas dan belajar krn 3 hari sekali ada test tanya jawab dengan dosen killer tentang pasien2 di rs tersebut. TANPA sadar setelah selesai 4 minggu, berat badan dari 80 kg jadi 72 kg. haha..

    Jadi salah satu tips nya untuk turunkan BB adalah cerita saya ya pak 😀

    • waduh parah banget kuliah kedokteran ya Rik, jadi salah satu tips untuk menurunkan berat badan adalah kuliah kedokteran he..he.. 🙂 thx for sharing.

    • Sedih mendengarnya dok 🙁
      but still owsoooom as always…

  • Rifianti Dwi Pratiwi

    Saya waktu awal kelas 3 sma bisa menurunkan bb 12 kg dari 80 ke 68 dalam sebulan dengan cara pagi sarapan oatmeal siang makan nasi 1/2 cup sayuran dan ikan malam nya minum jus pepaya dan selalu olahraga 2x sehari , dan suatu ketika saya memutuskan untuk break dulu diet saya selama beberapa bulan karena ingin mempersiapkan UN dan test perguruan tinggiternyata saya naik 4kg jadi 72kg, dan setelah dapat universitas kan lama nih liburannya kebetulan skrg jg bulan puasa nah saya mencoba diet itu lagi tapi kenapa gabisa nahan laper seperti dulu lagi ya:(

    • Program LCD justru menurut saya membuat tidak terlalu merasa lapar, asal makannya cukup. Baca lagi penjelasan dan 3 seri artikelnya hingga tuntas. Nanti akan tahu bahwa program ini jauh lebih mudah. thx

      • Rifianti Dwi Pratiwi

        Oke terimakasih sarannya , pak hehe

  • irina wend

    Terima kasih pak sukarto utk sharingnya>
    saya tidak gemuk, berat badan pas, tapi membaca sharing bapak (walau baru seri1) membuat saya jadi tergelitik ingin tahu apa isi seri ke dua, moga2 tidak mengecewaka
    Karena saya ingin sekali membantu seorang teman, bukan untuk menguruskan badan, tapi mengidealkan antara tinggi dan berat badan.
    salam pak 🙂

  • Aldino Satrio

    Waah bagus artikelnya bapak,saya jadi ingin coba,maklum cuma dalam 1 semester perkuliahan bb jadi naik 11 kg.udah muak bahasa kasarnya ngedenger ocehan “kok gemukan” 🙂

    • Wow tiap bulan naik hampir 2 kg ya.. 🙂 Lepas kontrol he..he.. Ok set goal nya dan lakukan prosesnya ya… kasi update kalau dah mulai turun ya.. sukses selalu.

      • Aldino Satrio

        Update pak :v sudah Di coba turun sampe 3 Kg dalam 2 Minggu but naik lagi 3 kg pasca KKN.mungkin semesta gak mengijinkan.huhuhu

        • Memang apa yang dilakukan pasca KKN? Balas dendam makannya? 🙂 Join FB group Komunitas LCD yg saya bentuk, ntar bisa diskusi dan banyak yg lain sukses kok jalanin LCD. thx

  • Putri

    Tertarik dengan konsep dari bpk Sukarto. Saya ada rencana menikah bulan sept tahun depan. Berat badan saya 65 kg tinggi 155 (perut buncit). Hehehehehe.. Awalnya saya pikir, masih ada 1 tahun kok. Diet kan bisa 3 bulan sebelum hari H. Tapi setelah baca artikel bapak jadi berubah pola pikirnya, kaya nya lebih enak klu yang butuh proses tapi berat badan jg gk gampang naik lagi. Jadi sekarang berpikirnya bukan diet karena mau nikah, tapi supaya sehat dan enak diliat juga (maksudnya klu pake baju apa aja keliatan lebih bagus). Terma kasih share nya ya pak. Bisa buat bekal semangat.. Hehehehe..

    • ha..ha.. baguslah kalo dah sadar sekarang shg bisa mulai perlahan turunnya dan jadi lebih sehat, bukan diet, stlh married gemuk lagi 🙂 Sukses ya jalanin programnya…

  • Duma

    Wah mirip pengalaman saya…spi skrg rasanya sdh putus asa mau nurunin BB. Tapi kalau ga diturunin takut sakit. Saya masih penasaran nih cara mas sukarto nurunin BB, yg katanya tetap makan enak, tanpa obat, tanpa sengsara menahan rasa lapar dan olahraga santai….

    • Silakan baca artikel lanjutan nya ya… link nya ada di akhir artikel. thx u

  • Ayuend

    wah pencerahan bgt ni Pak.trimakasih bny yaaa

  • Kenya

    boleh dicoba juga om. aku sasa 20 tahun sekarang, penggiat diet dan blogger juga rasyiida.blogspot.com aku juga nulis cara diet dengan metode diet GM, turun 4kg dalam seminggu tanpa rasa lapar, pada mampir yaaa😉😉

  • Ichwan Darmawan

    MANTAP sekali Pak….., saya juga sedang diet, saya sudah turun 24 kg selama kurang lebih 3 bulan 10 hari dari 96 kg – 72 kg. Sebelum saya melakukan diet, saya membaca cerita bapak dan itu mensuport saya. Diet yang saya jalani bukan diet apa2, intinya mengurangi karbohidrat, banyak makan sayur dan buah jua diimbangi olahraga ringan(jogging)_ semuanya menyenangkan.
    skrang saya masih harus mengurangi kurang lebih 7-10 kg lg utk mencapat berat badan ideal.
    TERIMA KASIH banyak.., sudah menginspirasi saya.

    • Terimakasih sama-sama Ichwan… Mantaps banget perkembangannya 3 bulan turun 24 kg. Tekadnya kuat. Luar Biasa!! Thanks atas sharingnya ya…

  • Ichwan Darmawan

    pengalaman saya “olah raga yang palih cepat membakar lemak adalah LARI DI TEMPAT, tpi untuk berat badan yang masih berlebih sebaiknya jalan santai dulu”. kalau tidak ada treadmill lakukan saja di atas matres atau alas apa saja atau tidak perlu (intinya agar tidak licin).

    • Yup, detak jantung perlu dinaikkan sampai Fat Burning stage. Lari pelan atau lari di tempat memang mudah membuat detak jantung masuk ke stage tsb. Sip thx atas sharingnya.

  • Alice Sf

    Jd semangat lg deh pgn nurunin bb ny!mksh info ny y pak,menginspirasi sekali…perkenalkan sy Alis,30 th.sy ibu dr 2 anak.sy dr kecil sampe dewasa(sebelum menikah n hamil)pny bdan ideal dg tb 167 cm bb dsekitaran 55-59…ideal yah,krn max utk tinggi sy 60 kg.tp wkt hamil pertama bb naik drastis.dr 59 naik 22 kg jd 81.luaaarrr biassaa!tp alhmd berhasil trun dg diet sehat jg+olhrg saat anak usia 3th an pas lmyn ud agak2 ngerti dn bs d ajak kompromi saat mm ny mau olhrg(anak k 1 cwe)…pas lahiran bb mentok trun 6 kg dr 81 ke 75.jd perjuangan d mulai dr 75 dan berhasil trun 20 kg jd 55.tp dg wkt yg lmyn lama krn pola makan sehatny naik turun…hehe tp lmynlah.pemberian asi sy g lama krn wkt tu sy bekerja.produksi asi sdkit lama2 gda deh mgkn krn stress jg(pemberian asi hny sktr 3 blnn)jd tmbah lama deh trunny g ky busui2 lain yg cpet trun bb ny krn pemberian asi.bb lmyn bertahan.tp krn setelah itu sy hamil lg yg k 2 dan yg k 3 tp 22 ny keguguran.22 ny hamil 3 blnn.dan sy trmsk perempuan yg pesat bb ny kl hamil…mskpn cm 3 blnn(entah kenapa😅)maka sampailah sy d titik angka 66 stlh keguguran yg k 2x ny(hamil k 3).over 6kg.tp lmynlah msh ok krn sy sk aerobic,msh tersamarkan jg dg tinggi badan.nah yg parah wkt sy hamil k 4(ci ade cwo, skr usiany 16 bln)…mulai dr 66 kg cuuuss naik 24 kg menjadi 92 kg😭😭(sebenarny over 32 kg kl ngitung dr bb max ideal sy yg 60 kg)…pas lahiran bb trun max 10 kg d angka 82,mentok.jd perjuangan d mulai dr 82.skr bb sy 70 kg.12 kg menurunkan perjuangan yg berat sekali krn lahiran caesar,mengurus sendri dan anak cwo yg lg aktif2ny,ssh ngatur waktu.sy ingin trun 10 kg tp sshny minta ampun!dg baca artikel ini sy jd termotivasi lg…mksh mksh pokoknyaa…

    • Terimakasih atas feedback positifnya… Sukses selalu buat Anda ya..

  • Lina Mayliantoro

    Hallo pak… Q baru baca artikel awal bapak.. Luar biasa menurutku yang sekarang lagi diet.. ..semoga ulasan bapak selanjutnya bisa membwri pwncerahan pada saya yang saat ini bahkan sudah mulai pesimis diet karena berat badan belum. Turun juga…. Saya sudah diet setengah bulan ini, dulu memang saya turun 5 kg dalam seminggu hanya saja jalan 15hari ini berat badan tidak kunjung turun juga. Entah kenapa ya pak. Padahal saya sudah mengurangi karbo… Banyak makan sayur dan hanya minum air putih saja.. Ya semoga artikel bapak selanjutnya bisa menjadi membantu saya melakukan diet sehat tanpa siksa.

    • Hi Lina, sudah bagus progres nya. Memang kadang tubuh perlu penyesuaian, lakukan saja terus pola hidup sehat yg saya jelaskan di artikel series ini… tubuh sehat adalah goal utama, berat badan turun adalah bonus nya. thx