Cara Sehat dengan 10000 Langkah Tiap Hari

Di artikel tentang Low Carb Diet (LCD) seri ke 3  saya ada menceritakan tentang perubahan gaya hidup yang saya lakukan selain merubah pola makan yaitu bergerak lebih banyak dengan jalan kaki.

Sebagai seseorang yang bisnisnya banyak dilakukan secara online, saya banyak bekerja di depan komputer dan biasanya duduk, karena kalau sambil berdiri gak enak 🙂

Jadi saya bisa kerja darimanapun, komunikasi dengan tim di kantor juga secara online. Enak kan ya, untuk kerja cukup buka komputer/laptop, tidak usah harus bermacet-macet dulu di jalan untuk ke kantor.

Walaupun enak, ada aspek negatif yang saya dapatkan. Saya jadi kurang banyak bergerak. Suka makan, kurang bergerak, kombinasi yang pas untuk membuat berat badan bertambah 🙂

Tentu saja kurang bergerak juga memberi dampak buruk bagi kesehatan karena manusia dari sono nya sudah dirancang untuk banyak bergerak. Entah jalan, lari, berenang, mengangkat berat dan sebagainya.

Lihat manusia jaman purba dulu, untuk makan, mereka harus berburu, harus jalan jauh, harus berlari-lari dan sebagainya. Memang tidak efisien waktu ya, jika Anda dan saya untuk tiap kali makan harus berburu dulu 🙂 Tetapi mereka jadi jauh lebih sehat.

Sedangkan kita sebagai manusia modern, sudah kurang jalan, kemana-mana naik kendaraan. Parkir di mal pun cari yang paling dekat dengan pintu masuk, seperti merasa kalau melangkah lebih banyak itu merugikan, betul tidak?

Saat saya memutuskan untuk menjadi lebih sehat dengan konsep Low Carbohydrate Diet (LCD) seperti yang saya ceritakan di artikel “Bagaimana Saya Menurunkan Berat Badan 18 kg Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak?“, salah satu buku referensi yang saya ikuti The Primal Blueprint menyebutkan bahwa untuk menunjang LCD, gak cukup hanya dengan mengganti pola makan, tetapi harus dengan olahraga juga.

Ya…ya… saya tahu. Saya sudah mendengar nasehat ini berpuluh-kali. Kalau mau turun berat badan, harus olahraga. Tapi olahraga di otak saya = sengsara karena sejak dulu konotasi saya olahraga adalah sesuatu yang berat, bikin napas mengos-mengos, mau pingsan dll, ya memori masa lalu saat masih kecil 🙂

Tetapi buku Primal Blueprint menjelaskannya dengan cara berbeda. Dia tidak menyebutnya olahraga, tetapi bergerak lebih banyak he..he.. sebetulnya sama saja ya, tapi kedengarannya lebih enak bagi saya. Bergerak lebih banyak? Mengapa tidak?

Memang ada 3 jenis aktifitas yang disarankan sesuai buku Primal Blueprint yaitu :

  1. Bergerak Lebih Banyak (jalan kaki, naik sepeda, berenang, naik tanjakan)
  2. Mengangkat berat
  3. Sprint atau lari cepat

Agar lebih jelas, ini saya sertakan gambar yang saya ambil dari buku Primal Blueprint tentang 3 jenis olahraga yang perlu dilakukan.

primal-blueprint-activity-chart

Saya akan bahas di artikel ini  yang bagian pondasi saja yaitu “Move Frequently at a Slow Pace” atau Bergerak Lebih Banyak dengan Santai, walaupun sebenarnya 3 hal itu perlu dilakukan semua.

Saran dari penulis buku Primal Blueprint tersebut, Mark Sissor (mantan atlit dan juara decatlon atau semacam itu) adalah hindari olahraga kardio berat seperti lari jarak jauh atau marathon karena olahraga berat seperti itu akan membutuhkan sumber tenaga yang instan seperti glukosa hasil dari karbohidrat.

Sarannya Mark adalah olahraga ringan 30 menit jalan kaki, naik sepeda atau berenang. Lakukan selama 2-5 jam per minggu maka tubuh Anda akan mulai melakukan pembakaran lemak (dengan asumsi Anda menjalankan LCD atau minim karbohidrat). Penjelasan lebih detil antara lari vs jalan atau olahraga kardio ringan, silakan baca bukunya saja ya…

Saya akhirnya memilih yang jalan kaki karena lebih mudah dilakukan. Lingkungan rumah saya kebetulan sangat cocok untuk jalan kaki karena sepi, rindang dan enak banget lah untuk jalan kaki. Selain itu saat jalan kaki, saya bisa mendengarkan audio book, podcast dan lain-lain yang bersifat pembelajaran.

Tubuh sehat, pikiran juga dapat makanan yang baik. Sekali lempar, kena 2 sasaran. Dapat banyak ide-ide baru lho saat jalan pagi sambil mendengarkan audio pembelajaran seperti ini. Jadi tambah semangat untuk jalan pagi seperti itu 🙂

Nah awalnya memang saya cuma jalan 30 menit per hari, hampir setiap hari, karena saya pikir 30 menit x 7 hari = 210 menit atau ya 3 jam lebih lah. Sudah masuk range waktu yang disarankan.

Tetapi saat membaca sebuah artikel di majalah, saya diingatkan lagi tentang konsep 10.000 langkah setiap hari sebagai cara untuk tubuh yang sehat. Kalau tidak salah, artikel dari Dr. Oz yang sering muncul di Oprah Winfrey Show.

Saya berpikir hmm…hmm… boleh juga nih dijadikan goal…

Saya cari di internet 10.000 langkah itu seberapa jauh, ternyata 8 km, wah jauh juga ya tiap hari jalan segitu. Tapi gimana bisa tahu kita sudah berapa langkah hari itu? Masak harus hitungi langkah setiap saat he..he..

Search lagi di internet, ternyata sudah ada alat yang namanya pedometer, sebuah gadget/alat elektronik yang bisa kita pakai, yang memang dirancang untuk mengetahui jumlah langkah. Dasar orang desa, baru tahu 🙂

Wah menarik! Saya memang yakin dengan konsep bahwa kalau sesuatu itu diukur atau di monitor terus, kita cenderung akan berusaha lebih keras untuk mencapainya.

Hasil riset menunjukkan ternyata Pedometer ada banyak macam dan jenis. Ada yang dipakai seperti gelang, ada yang dipasang di pinggang dan macam-macam vendornya.

Bagi saya yang penting adalah akurasi dan bentuknya harus sesuatu yang bisa saya pakai tanpa kelupaan, ya berarti dipakai sebagai gelang/jam tangan gitu. Karena kalau dikantungi atau dipasang di pinggang, sepertinya bakal sering kelupaan dan hilang 🙂

Saat saya mulai rutinitas jalan 10.000 langkah ini beberapa tahun yang lalu, gadget seperti smartwatch belum ada. Sekarang ini sudah banyak smartwatch yang salah satu fiturnya biasanya adalah menghitung langkah.

Saya sempat riset dan menemukan video orang yang membandingkan akurasi dari berbagai pedometer, Anda bisa lihat di video ini, freak juga orang ini, semua jenis pedometer dipakai he..he..

 

 

Akhirnya setelah melihat video itu, baca review sana sini, pilihan saya jatuh pada FitBit karena akurasi cukup bagus, bisa sync wireless dengan smartphone (Apple IOS dan Android) dan modelnya untuk dipakai sebagai gelang masih ok lah. Saya beli di Amazon karena saat itu susah dapatnya di Indonesia (walaupun ternyata ada juga yang jual FitBit secara online di Indonesia, tapi saya tahunya belakangan).

Pendek cerita, saya terima barangnya dan saya buka, keren juga packaging nya 🙂

 

Instalasinya gampang saja. Perlu di sync dulu dengan komputer/smartphone untuk memilih time-zone tempat kita tinggal, lalu saya set goal harian 10.500 langkah per hari (sengaja saya lebihkan karena kadang gerakan tangan seperti lambaian dihitung sebagai langkah). Setelah itu sudah Ready to Go.

Hal pertama yang saya lakukan di hari berikutnya adalah mengetahui sebenarnya saya itu melangkah berapa banyak untuk hari normal saya tanpa khusus olahraga jalan.

Hasilnya ternyata…..

Saya cuma rata-rata berjalan 2500 langkah saat menjalani kehidupan sehari-hari, wuih jauh banget dari yang seharusnya. Jadi deh saya langsung semangat bahwa tiap hari komitmen harus mencapai goal harian 10.000 langkah.

Jalan pagi 30 menit ternyata tidak cukup, jadi saya tingkatkan jadi 45 menit. Itupun kadang tidak cukup, jadi sore atau malam, kalau masih kurang langkah, saya jalan mutari lingkungan rumah saya tinggal.

Jika dulu ke mal saya cuma duduk-duduk saja saat istri belanja, sekarang saya jadi aktif berjalan he..he.. Kalau ke supermarket, saya mutarin terus rak demi rak seperti orang yang cari barang, tapi gak pernah ambil untuk beli he..he..

Kalau ke sebuah gedung dan perlu naik lift ke lt 2 atau lt 3, saya naik pakai tangga. Pernah gedung 7 lantai, sayapun naik pakai tangga. Kalau dulu parkir mal dekat-dekat dengan pintu, sekarang parkir jauh-jauh dari pintu, supaya nambah langkah he..he.. Hal-hal kecil kalau diakumulasi juga jadi banyak.

Lebih banyak bergerak ini tentu saja jadi membuat metabolisme tubuh jadi lebih bagus, seperti penjelasan di buku Primal Blueprint, tubuh jadi terus membakar lemak dan otomatis saya mengalami penurunan berat badan yang lumayan, yaitu hampir 12 kg dalam kurang lebih 6 bulan.

Tapi efek positif yang saya rasakan adalah energi tubuh saya lebih bagus, saya lebih energik, lebih bertenaga, lebih bisa bekerja dan konsentrasi lebih lama dan tidak mudah capek seperti dulu. Tentu saja ini juga meningkatkan produktifitas saya juga.

Dari penjelasan diatas, Anda mau turun berat badan ataupun cuma sekedar mau lebih sehat dan lebih energik, saya sangat merekomendasi Anda untuk mencoba olahraga murah dan sehat seperti Jalan 10000 Langkah setiap hari ini. Siapa yang mau bergabung? 🙂