<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SUKARTO.COM &#187; Technology &amp; Internet</title>
	<atom:link href="http://sukarto.com/cat/technology-internet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sukarto.com</link>
	<description>To Inspire and Educate People to Become More Succesful and Happier</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Apr 2009 07:35:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Launching Sukarto.com dengan The Morning After WordPress Theme</title>
		<link>http://sukarto.com/2008/launching-sukartocom-dengan-the-morning-after-wordpress-theme/</link>
		<comments>http://sukarto.com/2008/launching-sukartocom-dengan-the-morning-after-wordpress-theme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 01:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[sukarto.com]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukarto.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah meregistrasi domain Sukarto.com sejak tahun 2004 dan selama ini tidak pernah saya sempatkan untuk dibuat. Tetapi akhirnya saatnya tiba juga bagi saya untuk meluncurkan personal site dan go public ;)  Alasannya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/sukartocom-screenshot.jpg'><img src="http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/sukartocom-screenshot.jpg" alt="Screenshot Sukarto.com" title="Screenshot Sukarto.com saat launching 2 Juni 2008" width="250" height="234" class="alignleft size-full wp-image-17" /></a>Saya sudah meregistrasi domain <a href="http://sukarto.com">Sukarto.com</a> sejak tahun 2004 dan selama ini tidak pernah saya sempatkan untuk dibuat. Tetapi akhirnya saatnya tiba juga bagi saya untuk meluncurkan personal site dan go public ;)  Alasannya tidak saja untuk dokumentasi perjalanan hidup saya sehingga dapat dibaca oleh anak-anak saya nantinya tetapi juga saat ini sudah menjadi hukum wajib bagi pebisnis online untuk memiliki website pribadi yang bisa menjadi media untuk personal voicenya. Punya blog atau website pribadi sudah seperti era dot com tahun 1997 &#8211; 2000 dimana punya email adalah hukum wajib dari setiap orang. </p>
<p>Awalnya saya mau mengisi blog ini dengan bahasa inggris dan saya sudah tulis 2 post sebenarnya dalam bahasa Inggris hari Jumat lalu. Tetapi kemarin saya pikir-pikir, dari mana visitor terbanyak yang akan mengunjungi website ini ? Saya rasa tetap dari Indonesia. Dan akhirnya saya memutuskan mengganti post saya adengan bahasa indonesia agar lebih mudah dibaca dan diakses oleh orang Indonesia. Toh untuk website bahasa Inggris saya sudah punya website sendiri di bidang Internet Marketing dan Self Improvement. Untuk hal-hal pribadi dan tentang keluarga, biar orang Indonesia saja yang tahu deh ;)</p>
<p>Saya mulai membuat website Sukarto.com 3 hari lalu dengan menggunakan wordpress yang merupakan CMS paling top saat ini. Hal yang paling lama adalah memutuskan theme yang ingin saya gunakan. Saya tidak ingin menggunakan theme yang biasa saya gunakan. Setelah setengah hari melihat sana sini, akhirnya pilihan jatuh pada <a href="http://themasterplan.in/themes/the-morning-after/">The Morning After</a> theme. Theme ini sebenarnya adalah magazine type theme dimana tampilannya dibuat tidak seperti blog pada umumnya tetapi lebih seperti majalah online. Ini adalah magazine theme pertama yang saya gunakan. Tetapi setelah saya coba 1-2 hari sepertinya agak terlalu ribet bagi saya untuk menggunakan fasilitas canggih dari theme ini seperti Featured dan Asides post. Akhirnya saya rubah theme ini sehingga tidak seperti aslinya dan lebih simple yang tampilannya ya seperti sekarang ini.</p>
<p>Saya belum selesai mengutak-atik theme ini. Saya masih ingin menambahkan beberapa komponen seperti picture gallery saya di Flickr, Subscribe Email Alert untuk Post baru, advertising dan hal lainnya.  Berkat wordpress, total waktu untuk buat website ini plus nulis beberapa post (ini yang makan waktu paling lama) cuma memakan waktu 3-4 hari saja. Gak terbayang buat website seperti ini jaman tahun 2000an akan butuh berapa lama. Saya ingat pada jaman itu, saya dan tim pernah membuat sebuah portal wedding yang memakan waktu 2 bulan lebih pembuatannya dengan 2 orang programmer. Padahal saat ini portal wedding tersebut bisa saja dibuat menggunakan wordpress dalam waktu 1-2 minggu dan cukup 1 orang saja. It&#8217;s amazing how technology is changing rapidly!</p>
<p>Silakan beri komentar dan masukan terhadap website saya ini agar dapat semakin berkembang. Terimakasih!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukarto.com/2008/launching-sukartocom-dengan-the-morning-after-wordpress-theme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya go mobile pakai 3.5G Indosat M2</title>
		<link>http://sukarto.com/2008/akhirnya-go-mobile-pakai-35g-indosat-m2/</link>
		<comments>http://sukarto.com/2008/akhirnya-go-mobile-pakai-35g-indosat-m2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 09:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[indosatm2]]></category>
		<category><![CDATA[who moved my cheese]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukarto.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama melihat-lihat solusi untuk akses internet mobile yang ada, akhirnya dengan aktifitas online business saya yang semakin banyak, saya pikir sudah waktunya untuk mempunyai solusi akses mobile yang bagus. Dan akhirnya pilihan saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama melihat-lihat solusi untuk akses internet mobile yang ada, akhirnya dengan aktifitas online business saya yang semakin banyak, saya pikir sudah waktunya untuk mempunyai solusi akses mobile yang bagus. Dan akhirnya pilihan saya jatuh ke Indosat M2 yang sekarang ini lagi gencar promosi internet mobile dengan kecepatan 3.5G atau 3.6Mbps. Tercapai juga salah satu goal saya dari dulu untuk bisa akses mobile internet yang cepat, nyaman dan dari mana saja. Soalnya dari dulu sudah bayangkan bisa lihat saldo / uang masuk ke rekening saat lagi tiduran di pantai di hotel bintang 5 di Bali he..he.. </p>
<p>Sebagai orang IT yang umumnya gila testing, saya juga mencoba test kecepatan Indosat M2 yang baru saya gunakan ini melalui website <a href="http://speedtest.net">speedtest.net</a> dan ini hasilnya :</p>
<p><a href='http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/indosatm2.jpg'><img src="http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/indosatm2.jpg" alt="Speedtest IndosatM2" title="indosatm2" width="318" height="173" class="aligncenter size-full wp-image-23" /></a></p>
<p>Wih memang cepat kan? Saya mencoba download, saat sinyal lagi bagus dan bukan jam sibuk, rata-rata saya bisa download dengan kecepatan hingga 170 KB/s atau hampir 4x lipat kecepatan download speedy. Ya rata-rata saya bisa download 400 MB per jam nya. Sangat lumayan, saya puas! Semoga IndosatM2 bisa terus menjaga performancenya ya.. kalau gak, saya akan berhenti berlangganan he..he..</p>
<p>Sebagai orang lama dalam menggunakan internet yaitu sejak tahun 1995, saya melihat dan mengalami sendiri perkembangan teknologi internet dari awal hingga sekarang yang luar biasa. Saya sendiri sudah lupa berapa perusahaan ISP (Internet Service Provider) yang pernah saya gunakan. Dari yang pertama pakai Indosatnet (sebelum jadi Indosat M2), lalu IndoNet, Dnet, Telkomnet, StarOne, CBN, Fren Mobile 8, Telkom Speedy dan terakhir Indosat M2 untuk 3.5G nya.</p>
<p>Modem pertama saya adalah modem Dial Up 14.4 kbps yang saat itu sudah luar biasa karena modem yang umumnya dipakai orang masih 9600 bps. Itu sudah jadi barang antik sekarang ini, sayang gak saya simpan, bisa ditaruh di museum teknologi sebenarnya :) Anda yang biasa pakai akses internet cepat seperti Speedy atau DSL, mungkin gak pernah bisa bayangkan rasanya akses internet dengan modem 14.4 kbps. Ini coba saya bantu agar bisa bayangkan. Sebentar saya hitung. Speedy dengan download bandwidth up to 384 kbps dibagi 14.4 kbps = 26.7 Jadi kira-kira kecepatan speedy adalah 26.7 x dari modem pertama saya itu! Kalau Anda sekarang browsing dengan speedy dan ngomel karena buka sebuah website butuh 10 detik, coba deh dikali 26.7 = 267 detik atau 4.5 menit! Nah lo. Bisa ditinggal pipis ke toilet, balik, baru selesai loading website itu!</p>
<p>Saat saya mulai belajar develop / buat website sekitar tahun 1998, modem yang saya gunakan modem dial up 33.6 kbps serasa udah terasa di langit. Saat itu mimpi, kapan bisa punya akses internet seperti di luar negeri. Jaman itu, buat website musti hitung berapa besar file HTML yang dibuat, berapa besar file image yang dibuat. Pokoknya file dicompress semua agar total 1 page diusahakan tidak melebihi 40 KB. Karena asumsinya page dengan 40 KB akan butuh kurang lebih 10 detik dengan modem dial up 33.6 kbps yang lagi populer saat itu. Pokoknya jelimet deh buat website saat itu! </p>
<p>Orang sekarang yang buat website, saya lihat sudah gak mikir berapa besar 1 page. Lihat saja MySpace, Friendster dan Web 2.0 lainnya, satu page memang dibuat ada puluhan gambar, ada video, ada background warna warni, pokoknya rame deh. Ya jaman berubah. Kalau dulu page seberat gitu, gak akan ada yang buka deh, bisa ditinggal kerja part time, balik baru selesai page di loading.</p>
<p>Perkembangan berikutnya adalah modem dial up 56 kbps yang bertahan cukup lama dan tampaknya teknologinya mentok di kecepatan itu. Selama masa itu, cara perhitungan biaya koneksi internet selalu time-based atau berbasis waktu. Tidak seperti sekarang yang ada volume based dan time based. Jadi dulu kita browsing internet seperti dikejar setoran. Lihat ada website yang bagus tapi butuh banyak yang dibaca, langsung kita save untuk dibaca kemudian. Setelah selesai buka-buka website yang mau dibaca, kita disconnect dulu modemnya, wuih sudah gak jalan tagihannya, nah baru setelah itu pelan-pelan baca website yang tadi sudah di save. Waktu itu hanya bisa mimpi, alangkah enaknya kalau browsing internet bisa pelan-pelan baca, bisa chat tanpa mikir ada tagihan yang terus berjalan he..he..</p>
<p>Lalu muncul wireless modem yang pasang parabola kecil di atap, bisa sampai 64 kbps, lalu muncul model DSL, lalu modem ADSL seperti yang digunakan Speedy saat ini. Teknologi mobile internet juga berkembang dari asalnya GPRS ke CDMA yang dipelopori oleh Fren Mobile 8, lalu akhirnya provider handphone jadi berubah dan berlomba menawarkan akses internet yang murah seperti Telkomsel Flash.</p>
<p>Saat ini saya cukup puas menggunakan Telkom Speedy di rumah dan untuk mobile saya pakai Indosat M2 dan kadang-kadang Telkomsel Flash (tips: download paling murah pakai time-based Telkomsel Flash). Saya memasang Wifi Access Point di rumah sehingga saya bisa browsing internet dengan wifi darimana saja di rumah saya, termasuk di toilet :)) Anda jangan berharap bisa parkir di depan rumah saya dan mendapat bocoran akses wifi internet saya, sudah saya password mas :))</p>
<p>Dengan kemudahan dan kecepatan akses internet yang sudah bagus dan cukup murah, cara berbisnis, aktifitas dan model bisnis melalui internet menjadi berkembang pesat. Sesuatu yang sudah saya duga saat masih pakai modem 56 kbps. Forex / Online Trading marak. Internet Marketing mulai berkembang pesat. Orang-orang meeting di cafe yang menyediakan wifi hot spot. Perusahaan mulai implementasi sistem program backoffice / administrasi nya secara online sehingga mudah diakses oleh seluruh cabangnya dan dapat diakses laporannya secara real time oleh manajemen kapan saja dan dimana saja. Keputusan bisa lebih cepat diambil sehingga lebih unggul dibanding kompetitor.</p>
<p>Jaman sudah berubah, cara berbisnis sudah sewajarnya berubah. Apakah Anda sudah bersiap diri menghadapi perubahan ini? Jika paradigma / cara pandang dan cara berpikir tidak mengikuti perkembangan jaman, siap-siap saja menjadi tikus yang kehilangan keju di buku Who Moved My Cheese? Stress, frustasi dan putus asa. Jangan sampai hal itu terjadi pada diri Anda. I already warned you!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukarto.com/2008/akhirnya-go-mobile-pakai-35g-indosat-m2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

